Personal & Lifestyle

Resume Dampak Buruk Gadget Terhadap Perilaku Anak



Gadget diibaratkan sebuat mata pisau, yang tajamnya menghunus bisa mematikan tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun sama berpotensi terkena dampak negatif gadget. Apalagi jika penggunanya tidak bisa menggunakan dengan bijak.

kompas.com
Pernah mengalami kejadian di atas? Dimana ketika keluarga berkumpul bukan menikmati family time tapi malah asyik dengan gadget masing-masing, semua sibuk dengan dunianya. Tidak ada komunikasi antara orang tua dan anak, semua terlihat seperti “patung” hidup.

Dampak Buruk Gadget Terhadap Perilaku Anak


Menurut American Association of Pedriatics (AAP) panduan menggunakan gadget sesuai usia adalah:
 - Anak 0-2 tahun: Tidak boleh terpapar
- Anak 3-5 tahun: Dibatasi satu jam perhari
- Anak 6-18 tahun: 2 jam perhari
Namun, faktanya adalah:
- 4-5 x jumlah yang direkomendasikan.
- Penggunaan perangkat digital sudah dimulai sejak usia sangat dini.
Sesuai fakta yang terjadi, untuk alasan supaya anak anteng, maka ibu-ibu masa kini memberi anak mereka gadget, biar tidak mengganggu aktivitas ibunya, bahkan tanpa pengawasan. Padahal, jika anak usia dini terpapar konten negatif yang ada di gadget maka akan merusak bagian otak yang namanya Pre frontal cortex.



Apa fungsi Pre frontal Cortex?
Pre frontal Cortex adalah bagian otak yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia sehingga manusia mampu memiki etika bila dibandingkan dengan binatang. Bagian otak ini berfungsi seperti pemimpin dari bagian otak lainnya karena bagian otak ini berfungsi sebagai tempat berkonsentrasi, memahami benar dan salah, mengendalikan diri, membedakan benar dan salah, berpikir kritis dan berencana untuk masa depan. Bagian ini juga yang membentuk kepribadian dan prilaku sosial. Sayangnya bagian otak ini adalah bagian yang paling mudah rusak seperti oleh benturan fisik, akibat zat-zat terlarang dan pornografi. ( sumber: doktersehat.com).

Dampak Negatif Gadget
- Anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya dari gadget dan menganggap final. Contohnya adalah banyak anak bahkan orang dewasa yang merasa cukup belajar ilmu agama hanya dengan menonton youtube, yang dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan karena bersumber dari video saja.
- Banyak kemudahan dan berpotensi tidak tahan kesulitan sehingga menjadi tidak sabaran
- Lupa beribadah, menunda-nunda waktu shalat karena tanggung main game ataupun  asyik berselancar di media sosial.
- Malas menulis dan membaca, lebih fokus ke gadget karena lebih menarik.
- Penurunan kemampuan bersosialisasi, menarik diri dari pergaulan karena lebih memilih dengan gadget.
- Cyber Bullying, anak-anak rawan terkena kejahatan baik itu penculikan atau pun pembulyyan oleh netizen, jika mereka tidak bisa menyaringnya maka bisa berakibat fatal sampai bunuh diri.
- Mudah menemukan Pornografi, kecanggihan internet yang gampang diakses siapapun, kadang tidak semua konten yang muncul dipencarian ramah dengan anak, banyak konten dewasa yang gampang terlihat dan ini sangat harus diwaspadai.
- Gangguan kesehatan fisik dan mental, sampai lupa makan bahkan ada yang berjam-jam memegang gadget sampai terganggu kesehatan mata.
- Membandingkan dengan peer group di dunia maya.

Tanda-tanda Adiksi Gadget Pada Anak
- Tidak cepat merespon saat dipanggil karena lebih fokus ke permainan games.
- Keasyikan sampai lupa waktu
- Sulit jika diminta berhenti bermain gadget
- Pembelaan dan mudah marah jika diintrupsi
- Pekerjaan rumah terbengkalai, tidak selesai dan prestasi sekolah menurun
- Sering bermain gadget sembunyi-sembunyi karena takut kena marah, akhirnya berbohong.
- Menarik diri dari lingkungan
- Kehilangan ketertarikan dengan aktivitas lain.
- Menggunakan sebagai jalan keluar.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Anak Ketergantungan Gadget?
- Batasi penggunaan gadget
- Bantu kembangkan bakat anak
- Perbanyak bermain dengan anak
- Ajaklah anak beraktivitas dengan orang tua
- Terapkan aturan zona bebas gadget dirumah
- Bantu anak lebih kreatif
- Ajaklah anak bermain diluar rumah
- Ajak anak berkreasi
- Kurangi kesibukan dan luangkan waktu untuk anak
- Jangan katakan “tidak pada waktu”
- Bacakan buku
- Anak jangan terlalu matang dari umurnya
- Beri peringatan gadget untuk edukasi/kreatif
- Penggunaan harus diawasi/supervisi


Pada intinya saat orang tua memberikan gadget pada anak maka harus ada tanggung jawab, dan otoritas bukan otoriter, karena jika dengan cara keras anak akan berbohong dan bahkan berontak. Buat kesepakatan bersama anak kapan mereka boleh bermain gadget, dan selalu dampingi serta beri arahan konten apa saja yang boleh mereka buka, ajak diskusi dari hati kenapa tidak boleh membuka konten-konten tertentu.

Tulisan ini hanya sedikit resume dari acara Parenting yang diadakan Madrasah Assa’adah Ciganitri dengan pemateri Ibu Lia Hinnia Hakim, M.Psi dengan sedikit penambahan untuk menunjang resume.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram