Personal & Lifestyle

Mei 18, 2019

Resume Dampak Buruk Gadget Terhadap Perilaku Anak

by , in


Gadget diibaratkan sebuat mata pisau, yang tajamnya menghunus bisa mematikan tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun sama berpotensi terkena dampak negatif gadget. Apalagi jika penggunanya tidak bisa menggunakan dengan bijak.

kompas.com
Pernah mengalami kejadian di atas? Dimana ketika keluarga berkumpul bukan menikmati family time tapi malah asyik dengan gadget masing-masing, semua sibuk dengan dunianya. Tidak ada komunikasi antara orang tua dan anak, semua terlihat seperti “patung” hidup.

Dampak Buruk Gadget Terhadap Perilaku Anak


Menurut American Association of Pedriatics (AAP) panduan menggunakan gadget sesuai usia adalah:
 - Anak 0-2 tahun: Tidak boleh terpapar
- Anak 3-5 tahun: Dibatasi satu jam perhari
- Anak 6-18 tahun: 2 jam perhari
Namun, faktanya adalah:
- 4-5 x jumlah yang direkomendasikan.
- Penggunaan perangkat digital sudah dimulai sejak usia sangat dini.
Sesuai fakta yang terjadi, untuk alasan supaya anak anteng, maka ibu-ibu masa kini memberi anak mereka gadget, biar tidak mengganggu aktivitas ibunya, bahkan tanpa pengawasan. Padahal, jika anak usia dini terpapar konten negatif yang ada di gadget maka akan merusak bagian otak yang namanya Pre frontal cortex.



Apa fungsi Pre frontal Cortex?
Pre frontal Cortex adalah bagian otak yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia sehingga manusia mampu memiki etika bila dibandingkan dengan binatang. Bagian otak ini berfungsi seperti pemimpin dari bagian otak lainnya karena bagian otak ini berfungsi sebagai tempat berkonsentrasi, memahami benar dan salah, mengendalikan diri, membedakan benar dan salah, berpikir kritis dan berencana untuk masa depan. Bagian ini juga yang membentuk kepribadian dan prilaku sosial. Sayangnya bagian otak ini adalah bagian yang paling mudah rusak seperti oleh benturan fisik, akibat zat-zat terlarang dan pornografi. ( sumber: doktersehat.com).

Dampak Negatif Gadget
- Anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya dari gadget dan menganggap final. Contohnya adalah banyak anak bahkan orang dewasa yang merasa cukup belajar ilmu agama hanya dengan menonton youtube, yang dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan karena bersumber dari video saja.
- Banyak kemudahan dan berpotensi tidak tahan kesulitan sehingga menjadi tidak sabaran
- Lupa beribadah, menunda-nunda waktu shalat karena tanggung main game ataupun  asyik berselancar di media sosial.
- Malas menulis dan membaca, lebih fokus ke gadget karena lebih menarik.
- Penurunan kemampuan bersosialisasi, menarik diri dari pergaulan karena lebih memilih dengan gadget.
- Cyber Bullying, anak-anak rawan terkena kejahatan baik itu penculikan atau pun pembulyyan oleh netizen, jika mereka tidak bisa menyaringnya maka bisa berakibat fatal sampai bunuh diri.
- Mudah menemukan Pornografi, kecanggihan internet yang gampang diakses siapapun, kadang tidak semua konten yang muncul dipencarian ramah dengan anak, banyak konten dewasa yang gampang terlihat dan ini sangat harus diwaspadai.
- Gangguan kesehatan fisik dan mental, sampai lupa makan bahkan ada yang berjam-jam memegang gadget sampai terganggu kesehatan mata.
- Membandingkan dengan peer group di dunia maya.

Tanda-tanda Adiksi Gadget Pada Anak
- Tidak cepat merespon saat dipanggil karena lebih fokus ke permainan games.
- Keasyikan sampai lupa waktu
- Sulit jika diminta berhenti bermain gadget
- Pembelaan dan mudah marah jika diintrupsi
- Pekerjaan rumah terbengkalai, tidak selesai dan prestasi sekolah menurun
- Sering bermain gadget sembunyi-sembunyi karena takut kena marah, akhirnya berbohong.
- Menarik diri dari lingkungan
- Kehilangan ketertarikan dengan aktivitas lain.
- Menggunakan sebagai jalan keluar.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Anak Ketergantungan Gadget?
- Batasi penggunaan gadget
- Bantu kembangkan bakat anak
- Perbanyak bermain dengan anak
- Ajaklah anak beraktivitas dengan orang tua
- Terapkan aturan zona bebas gadget dirumah
- Bantu anak lebih kreatif
- Ajaklah anak bermain diluar rumah
- Ajak anak berkreasi
- Kurangi kesibukan dan luangkan waktu untuk anak
- Jangan katakan “tidak pada waktu”
- Bacakan buku
- Anak jangan terlalu matang dari umurnya
- Beri peringatan gadget untuk edukasi/kreatif
- Penggunaan harus diawasi/supervisi


Pada intinya saat orang tua memberikan gadget pada anak maka harus ada tanggung jawab, dan otoritas bukan otoriter, karena jika dengan cara keras anak akan berbohong dan bahkan berontak. Buat kesepakatan bersama anak kapan mereka boleh bermain gadget, dan selalu dampingi serta beri arahan konten apa saja yang boleh mereka buka, ajak diskusi dari hati kenapa tidak boleh membuka konten-konten tertentu.

Tulisan ini hanya sedikit resume dari acara Parenting yang diadakan Madrasah Assa’adah Ciganitri dengan pemateri Ibu Lia Hinnia Hakim, M.Psi dengan sedikit penambahan untuk menunjang resume.





Januari 14, 2019

Launching Buku Menuju Bahtera Ikhlas

by , in


Seperti kata sabar, ikhlas pun kata orang mudah diucapkan namun sulit dijalani. Begitu pun yang dialami oleh seorang Santi Rosmala. Perjalanannya untuk belajar ikhlas dengan berbagai tempaan ujian yang dialaminya, beliau tuangkan dalam beberapa tulisan di status facebooknya yang kebetulan satu tema. Hingga lahirlah buku  berjudul Menuju  Bahtera  Ikhlas, yang banyak diambil dari kumpulan tulisan di facebooknya tersebut.
Launching buku Menuju Bahtera Iklas ini, diadakan di ThePalace_id,Trans Studio Mall (TSM)Bandung, pada hari kamis,10 Januari 2019. Selain, launching buku, Teh Santi pun mengadakan peragaan busana dengan brand Rosmala Syari terinspirasi dari warna senja, dan semua modelnya menggunakan perhiasan dari ThePalace_id.
Koleksi Trend Hijab Syar'i Rosmala  2019

Dimulai dengan sambutan pertama  dari perwakilan ThePalace_id yang menjelaskan tentang koleksi perhiasan yang dijualnya ,dari mulai emas putih ,emas kuning  dari range harga 300 ribu. Untuk harga berlian dari 3 juta sampai dengan 300 juta. Berlian harganya mahal karena sangat langka, untuk menemukan berlian 0,00 sekian perlu waktu berjuta-juta tahun dan harus tertimbun berton-ton nah dibawah permukaan bumi.
Beberapa Koleksi Emas dan Berlian di ThePalace_Id

Perjalanan Menulis Buku Menuju Bahtera Ikhlas

Perjalanannya menulis buku ini pun tak mudah,namun berkat dorongan sang Mentor Ummi Aleeya founder Joeragan Artikel. Didukung  juga oleh Ibu Hirni Kifa Hazefa, selaku ketua IPEMI kota bandung dan founder Bisa Bicara Training and Coaching.
Buku ini berawal dari mimpi, sebuah mimpi yang harus diperjuangkan yaitu untuk mempunyai sebuah buku solo, walau sebelumnya Teh Santi sudah mempunyai 6 buah buku antologi bersama komunitas penulis dan juga para pemenang event lomba,namun mimpi itu tetap ada. Perjalanan proses menulis dan menyusunnya tidaklah mudah, karena ingin buku yang ditulis nanti akan bermanfaat untuk banyak orang.
Target awal terbit 5 Desember 2018, namun pupus harapan karena belum dapat penerbit yang pas. Sampai suatu saat bertemulah dengan teh Santi Suwandi yang ternyata penikmat tulisan teh Santi di akun facebook,  yang akhirnya membantu proses penerbitan  buku ini dan dicetak melalui penerbitan miliknya yaitu Arvatha Abadi Publishing.
Memilih judul Menuju BahteraIkhlas karenasaat ini,penulis sedang proses menjalani arti ikhlas,  masih banyak belajar ikhlas,dan sedang menjadi hamba yang penuh keikhlasan.
Acara yang berlangsung sekitar 3 jam ini pun dihadiri beberapa undangan diantaranya yaitu Blogger Joeragan Artikel,  IPEMI Batu Nunggal, orang tua SD Al Azhar, dan Kang Linur Sutradara FTV. Selain itu, bertaburan doorprize dari berbagai sponsor, diantaranya ThePalace_id, Lemon UP, Rosmala Syar’i, Zoraya Hijab dan juga Frey Yoghurt.
 
Sponsor dari ThePalace_id

Sponsor dari Lemon UP

Sponsor dari Zoraya Hijab

My Instagram