Surabaya dan Cerita yang Membuatku Ingin Kembali Lagi

Januari 22, 2018
sumber:1001malam.com


Naik kereta api tut..tut..tut
Siapa hendak turun
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama.

Penggalan syair lagu anak zaman dulu yang masih sering dinyanyikan sampai saat ini, menggambarkan keinginan saya yaitu menghabiskan beberapa malam di Kota Pahlawan yaitu Surabaya.

Kenapa Surabaya menjadi pilihan saya?
Karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya orang tua saya tinggal di Bandung,  bahkan masih satu desa. Jadi, kalau mau ketemu ya gampang, cukup dengan jalan kaki tidak membutuhkan waktu lama. Satu tahun ini, Mama pindah ke Surabaya dan memilih menetap di sana dengan suaminya.

Mau tidak mau ada jarak yang memisahkan kami, sebelumnya saya belum pernah terbayang untuk singgah di Surabaya, sampai suatu saat setelah Idul Fitri, Mama harus dirawat di rumah sakit dr.Soetomo, dan itu berarti saya dan adik sebagai anak perempuan yang harus pergi kesana.

Pergi dengan mendadak tanpa rencana sebelumnya, hanya modal nekat yang kami punya demi bertemu orang tua. Terus terang saat itu kami baru pertama kali pergi keluar kota tanpa didampingi oleh suami dan anak-anak, pure berdua saja.

Dengan mengucap Bismillah kami berangkat, meskipun belum tahu daerah Surabaya tidak ada sanak saudara di sana. Berbekal petunjuk dari situs travelling akhirnya kami sampai, dan lancar tanpa ada kendala apapun.

Pengalaman selama dua hari disana lah, yang membuat saya ingin kembali menghabiskan waktu di Surabaya. Karena dalam kondisi tanpa rencana, saya belum sempat keliling, menikmati pemandangan kota dan mencicipi makanan khas Surabaya.

Apa yang ingin saya lakukan jika ke Surabaya lagi?
1.  Menikmati Keindahan Malam di Pinggir Sungai di Sebuah Taman
Ketika saya dan adik pulang dari rumah sakit menuju hotel, sempat melihat pemandangan indah di sana yang selama saya di Bandung rasanya belum menemukannya. Kota yang tidak terlalu ramai, bebas macet dan bersih. Seperti di taman prestasi, taman Korea dan taman Bungkul, viewnya cocok untuk menikmati malam hari dengan suasana yang sepi, pas juga buat tempat nulis. kebayang bakal banyak ide bermunculan.

2. Berkunjung ke Tempat Wisatanya

Masih penasaran dengan tempat wisata di Surabaya, membuat saya ingin kesana lagi. Ada beberapa yang membuat penasarn seperti kampung bumlak, hutan bambu dan jembatan Suramadu.

3. Kulinernya
Pastinya setiap orang yang travelling, belum puas jika belum mencicipi kuliner khas daerah yang dikunjunginya. Masih penasaran dengan lontong balap, rawon setan dan makanan khas surabaya lainnya.

Itu semua yang ingin saya lakukan ketika di Surabaya, setiap kota tentunya punya makna, cerita dan pengalaman yang berbeda, tentunya untuk semua orang.

Dan, ke Surabaya aku kan kembali.

8 komentar:

  1. Kalo pagi sampe sore ada macetnya juga Mbak, hehe...
    Makanannya emang enak-enak. Kangen juga saya sama kota ini. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh sama ya macet, apa karena saya pas weekend kesananya ya jadi terasa sepi juka dibandingkan Bandung.

      Hapus
  2. Kalo ke Suramadu, boleh colek saya. Malam minggu, nanti diajak ke air mancur menari sambil makan tahu petis. Hehe

    BalasHapus
  3. Aku belum total main ke Surabaya mbak Laras

    BalasHapus
  4. Sekarang sudah keren banget Surabaya Mbak..bersih rapi dan tertata :)

    BalasHapus
  5. Saya juga pengen ke Surabaya lagiiiih, tempo hari ke sana gak banyak eksplor tempat wisata. Cuma sayang, wilayahnya agak panas yaa..

    BalasHapus
  6. Surabaya itu panas, sedikit macet dan banjir. Tapi sekarang sudah berbenah jadi sangat bagus dan rapi. Kalau makanannya sy paling suka nasi krau. Wenak e pol

    BalasHapus
  7. Surabaya, lontong balaaap mbaaak...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.