Berencana Punya Anak Dengan Jarak Usia Berdekatan? Perhatikan 3 Hal Ini!

Januari 31, 2018






Dalam usia pernikahan yang menginjak dua belas tahun, Alhamdulillah kami dikaruniai tiga orang anak yang jarak usianya tidak jauh berbeda. Perbedaan usia anak pertama dan kedua berjarak tiga tahun setengah,  anak kedua  dan ketiga berjarak dua puluh tujuh bulan. 

Mempunyai anak dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh itu memang kadang banyak kerepotan yang terjadi, tapi juga banyak keseruan yang terjadi.

Hal pertama yang dialami saat mempunyai anak dengan usia berdekatan itu, siap dinyinyirin orang lain, karena masih banyak orang yang sibuk mengurusi kehidupan orang lain, padahal setiap takdir, dan rencana dalam menjalani kehidupan rumah tangga itu berbeda.

Banyak nyinyiran yang saya alami, dari mulai kasihan anaknya masih kecil sudah punya adik, mau dikasih makan apa?, biaya hidup dan sekolah saat ini mahal loh!. Dan berbagai kata-kata yang kadang saat kita sedang sensitif, seperti membuat luka yang menganga, tajam menusuk hati (lebay)
Tapi, saat ini semua itu sudah terlewati semenjak semakin besarnya anak-anak, tidak ada lagi nyinyiran yang terdengar.

Saat kita berencana mempunyai anak yang berusia berdekatan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

Persiapan Spiritual dan Mental
Saat memutuskan menikah, maka kita harus mempersiapkan mental untuk menjalani dua peran sekaligus, yaitu sebagai istri dan nantinya sebagai ibu juga. Dua peran tersebut memang sudah ditakdirkan bagi seorang perempuan, tentunya dengan berbagai pahala yang akan mengalir jika ikhlas, dan tujuannya untuk beribadah saat menjalaninya.
Untuk itu kesiapan spiritual dan mental sangat penting, apalagi berencana mempunyai anak lebih dari dua, dan dengan jarak usia berdekatan. Harus bisa menstabilkan emosi dengan berbagai kondisi baik itu tanggapan negatif dari orang luar, bahkan dari orang terdekat seperti keluarga serta sahabat. Belum dari permasalahan secara ekonomi dan lain sebagianya.
Kerjasama dengan Pasangan
Dalam menjalani rumah tangga, kehadiran dan kerjasama dari pasangan itu sangat penting, apalagi mempunyai anak balita lebih dari satu, tentunya akan banyak tenaga yang dikeluarkan lebih dari biasanya. Banyak ibu yang mengalami depresi karena merasa stres saat harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga serta mengasuh anak sendiri, suami ada tapi seperti tiada, belum lagi tekanan dari suami seperti rumah harus selalu rapih, makanan selalu harus ada tersedia di meja makan saat pulang kerja, tanpa memperhatikan ataupun melihat kondisi sang istri yang sudah terlihat kelelahan.
Agar terhindar dari depresi, maka bantuan dari suami sangatlah penting, tidak ada gengsi untuk membantu pekerjaan rumah tangga, karena saat semua peristiwa dilalui bersama, maka akan tercipta pernikahan dan keluarga yang bahagia.
Kesehatan Ibu
Untuk merencanakan mempunyai anak berjarak dekat, maka kesehatan ibu juga harus diperhatikan apabila mempunyai riwayat penyakit yang cukup berbahaya bagi nyawa ibu dan janin dalam kandungan, lebih baik memilih menunda dulu mempunyai lagi anak.

Berapapun rencana jumlah anak yang diinginkan, yang terpenting adalah kita sebagai orang tua benar-benar menjaganya sebagai amanah dari-Nya. 

#SatuharisatukaryaIIDN

5 komentar:

  1. Mbaaa....saya jarak anak 5 th tanpa kb, sama repotnya kok krn saya bekerja. Nyinyiran biasa Mba, saya santai aja saat stlh menikah baru hamil di th ke-3. Semoga sukses mengantar anak2 ke masa depan ya Mba

    BalasHapus
  2. Aku dua aja dengan jarak 3 tahun 3 bulan, sering kualahan. Yang lebih jadi pikiran itu ngebagi perhatian. Si bungsu yang super duper aktif, secara otomatis butuh perhatian lebih, tapi di sisi lain, si Kakak malah jadi caper.

    BalasHapus
  3. Setuju!
    Anak pertamaku meninggal terus tahun depannya lahir adiknya. Laluk jarak 5 tahun baru ada lagi, tanpa kb..emang dikasihnya baru itu. Dari kapan-kapan selalu ada yang komentar kok ga nambah..hihi. Mau berapapun anak, yang penting jaga baik-baik karena mereka amanah

    BalasHapus
  4. Hehehe pas banget ini ceritanya, tapi saya cuman pengen anak satu nich Mbak Laras,setelah baca ini kayaknya lerlu mikir mau nambah lagi #eh.

    BalasHapus
  5. Berapapun jumlah anak dan berapa lama jaraknya, yang terpenting kita tanggung jawab atas diri mereka. Menurutku justru support nyata dari suami itu yang menentukan, kita bakal ngerasa repot atau enggak.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.