Personal & Lifestyle

Agustus 19, 2017

Ceritaku Membuat Rumah Rapi Bagian 1

by , in


Berbagai aktivitas harian, kadang membuat saya malas masak, menumpuk-numpuk pekerjaan rumah terutama setrika dan membereskan rumah. Belum lagi ditambah dengan berperan aktif di luar rumah sebagai tenaga administrasi di lembaga pra sekolah dan juga mengajar anak-anak mengaji di masjid dekat rumah.

Rasanya, rumah selalu berantakan ditambah lagi anak-anak yang masih kecil belum mengerti aturan di rumah, kebayangkan suasana rumah seperti apa, istilah sundanya bro dipanto bro dijuru, kalau diterjemahkan kurang lebih dimana-mana berantakan. 

Setiap ada tamu selalu sibuk membereskan ruang tamu, dari tumpukan baju setrika dan mainan anak. Ya, kalau tamunya bilang dulu sebelum datang, nah ini datangnya dadakan, haduh malunya. Untungnya punya suami yang pengertian meskipun disaat-saat tertentu juga sama saja beliau protes karena inginnya pulang rumah dalam keadaan rapi, tapi yang dilihat pemandangan yang amburadul.

Sempat berpikir mungkin karena rumah yang kecil, membuat semua barang seperti menumpuk tidak karena tidak ada lagi ruang penyimpanan. Namun, setelah rumah direnovasi ternyata hal tersebut masih terjadi.

Berarti ini bukan masalah tempat, tapi masalah ada dalam diri saya sendiri yang terlalu banyak lalai dalam mengatur waktu. Terkadang anak pun menjadi alasan, apalagi tanpa ada yang membantu pekerjaan rumah tangga, tapi melihat orang lain pun sama tapi mereka bisa lho, rumah rapi dan anak tak kehilangan masa bermainnya.

Sampai suatu hari, saya melihat postingan seorang teman facebook tentang buku Marie kondo yang bejudul the life-chahing magic of tidying up (seni beres-beres dan merapikan ala jepang). Sebulan setelah membeli baru saya baca, dan wow ternyata banyak tips agar rumah rapi. Saya sampai buka youtube untuk mencari tutorialnya, dan mulai mencoba membereskan rumah sedikit demi sedikit.


Selain, dari buku ini saya pun mulai rajin memfollow akun Ig pecinta shabby ataupun yang rajin memposting dekorasi rumah mereka untuk dijadikan bahan referensi.

Nah, cerita ini masih berlanjut, saya akan mencoba semua tips Marie Kondo serta berbagai tips lainnya. Jangan lupa untuk menyimaknya ya!
Agustus 06, 2017

3 Kunci Sukses Mengembangkan Passion Untuk Ibu Bekerja

by , in

gambar: pexels.com


Sebagai seorang ibu yang mempunyai tiga anak, dan bekerja di ranah publik, tentunya bukanlah hal yang mudah untuk lebih serius dalam mengembangkan passion yaitu menulis. Namun, meskipun terkadang merasa terlambat, tetapi saya yakin mampu mengembangkan passion dan serius menekuninya agar suatu saat nanti penulislah satu-satunya profesi yang saya punya selain ibu rumah tangga tentunya.

Untuk mengejar ketertinggalan yang saya rasakan, maka ada beberapa hal yang harus siapkan, diantaranya:
1. Disiplin dalam mengatur waktu
Semua impian jika ingin menggapainya, pastinya butuh pengorbanan. Untuk itu disiplin dalam mengatur waktu itu sangatlah penting. Apalagi jika seperti saya yang tidak full berada di rumah. selalu mencatat setiap kegiatan untuk keesokan harinya dan mencheklist yang sudah terlaksana itu sangatlah penting. 
Double peran kadang membuat saya melupakan apa yang harusnya dikerjakan, hingga banyak yang keteteran dan tidak sesuai rencana awal. Untuk itu, saat memulai ingin jadi seorang penulis, disiplin dalam memanfaatkan waktulah hal pertama yang saya lakukan.

2. Mengajarkan kemandirian pada anak
Menjadi ibu bekerja tanpa ART bukanlah hal yang mudah,untuk itu saya haruslah mengajarkan kemandirian pada anak. Bukan dari sesuatu yang besar tapi dari mulai yang kecil, misalnya saja merapikan tempat tidur, memasukan baju yang sudah disetrika ke lemarinya dan menyiapkan buku pelajaran sekolah tanpa bantuan orang tua. Hal seperti ini, jika sudah terbiasa maka akan membuat kita mempunyai waktu untuk menyalurkan hobi, apapun hobinya.

3. Mengatur ritme kerja
Terkadang kita terlena oleh waktu, menumpuk berbagai pekerjaan, padahal kebiasaan seperti itu bisa membuat pekerjaan kita banyak yang tidak terselesaikan. Oleh karena itu, tingkatkan ritme kerja baik di rumah maupun di tempat kerja. Jangan lupa menyempatkan waktu untuk istirahat walaupun hanya beberapa menit untuk menjaga kewarasan kita sebagai seorang ibu.

Dari ketiga hal diatas, kunci keberhasilan seorang ibu bekerja yang ingin menekuni passionnya, adalah kedisiplinan diri serta mampu memegang komitmen untuk meraih kesuksesan walaupun dengan berbagai kesibukan yang ada.

My Instagram