Personal & Lifestyle

Juni 26, 2017

Menjadi Penulis Itu Tidak Mudah

by , in




Menulis memang tidak semudah apa yang dibayangkan butuh banyak proses untuk menghasilkan suatu tulisan yang berkualitas dan bermanfaat untuk banyak orang.

Dari mulai mencari ide, mencatatanya, membuat online dan mencari referensi untuk sebuah tulisan. Menjadi penulis adalah cita-cita saya dari sejak kecil, meskpun sekarang mulai terwujud tapi bukan berarti langkah selanjutnya akan lebih mudah, karena untuk menjadi sebenar-benarnya penulis harus banyak tahapan yang dilewati, banyak pengetahuan yang harus dimiliki dan banyak buku yang dibaca.

Jika membaca saja sudah malas, maka lupakanlah mimpi menjadi penulis. Jangan sampai kita hanya mengcopy paste tulisan orang lain karena ingin terkenal, ataupun menjadi viral. Tapi, penulis sejati akan menulis dengan jujur apa yang menjadi pemikirannya meskipun beresiko dibully, dikecam sampai dijauhi.

Namun, menjadi penulis pun harus mau dan berbesar hati dan memperbaiki saat apa yang ditulisnya salah, menerima setiap dsaran dan kritik dengan terbuka serta tidak membuat berita yang bohong atau hoax.

Berat, sebenarnya menjadi penulis itu karena harus bisa mempertanggungjawabkan tulisannya dunia akhirat, oleh karena itu banyaklah belajar, belajar dan belajar. Carilah ilmu dimana saja, kapan saja, dan banyaklah belajar dari senior.

Jangan pernah tinggi hati saat terkenal, tapi makin merendahlah dan jadikan ilmu yang dipunya bermanfaat serta menginspirasi orang lain.

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
#Day30







Juni 26, 2017

5 Kebiasaan Saat Idul Fitri

by , in










Idul Fitri adalah hari yang dinanti umat muslim setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa, banyak sekali kebiasaan yang masyarakat lakukan saat Idul Fitri, yaitu:

1. Mudik
Kebiasaan masyarakat yang pulang kampung menjelang Idul Fitri karena ingin merayakannya bersama keluarga tercinta disebut dengan istilah mudik. Mereka rela meskpun berdesak-desakan, biaya lebih mahal, dan harus sabar saat menghadapi kemacetan. Itu semua dilakukan demi berkumpul dengan keluarga tercinta di kampung halaman.
2. Memakai baju baru
Entah dari mana kebiasaan ini berasal, yang jelas tanpa baju baru bagi sebagian orang rasanya kurang lengkap. Mereka biasanya akan membeli beberapa stel pakaian untuk dipakai di hari raya agar terlihat lebih rapi dan baru.
3. Menghidangkan makanan spesial
Untuk menyambut hari raya agar lebih spesial, maka banyak masyarakat menghidangkan menu khusus lebaran, yaitu opor ayam, ketupat, rendang dan sambal goreng kentang. Semua itu disiapkan selain untuk keluarga sendiri, juga untuk kerabat yang datang bersilaturahmi.
4. Membagikan angpao
Biasanya saat Idul Fitri ada kebiasaan membagi-bagikan angpao untuk anak-anak, dan kebiasaan ini pun entah dari mana dan mulainya kapan.
5. Menyediakan aneka kue kering
Hari raya adalah hari silaturahmi, saling berkunjung kepada sanak saudara, oleh karena itu di setiap rumah selalu ada kue kering ataupun kue khas daerahnya masing-masing.

Itulah 5 kebiasaan yang terjadi saat Idul Fitri tiba, apapun kebiasaan yang ada dalam setiap keluarga jangan sampai melupakan arti sebenarnya dari Idul Fitri dan jangan sampai memaksakan diri saat kita belum mampu melakukannya, rayakanlah dengan sederhana karena dengan itu tidak akan membuat arti Idul Fitri menjadi berkurang.

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
#Day29



Juni 26, 2017

Ketika Ramadhan Berlalu

by , in




Setiap Habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat – saat padat beribadah
Tak terhingga nilai mahalnya

Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan

Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur setahun lagi
Berilah hamba kesempatan

(Bimbo)


Saat Ramdhan berlalu apakah kita merinduinya, ataukah merasa bahagia? Selama Ramadhan kita semakin meningkatkan ibadah, atau minimal menjaga kualitas yang telah dibangun selama 29 hari.


Nah, apakah ibadah itu akan terus meningkat atau minimal sama, ataukah kembali menurun karena berbagai alasan?


Ya, jika ibadah kita karena Allah Swt, maka tidak akan hanya menjadi rutinitas tahunan. Tapi, akan terus dijaga, diperbaiki dan ditingkatkan setiap hari.


Bergembira menyambut Idul Fitri boleh-boleh saja apalagi dijadikan momen kebersamaan dengan semua keluarga yang jarang bertemu, namun mulai menurun semngat ibadah adalah hal yang harus dihindari.


#RamadhanInspiratif

#Challenge

#Aksara

#Day28






Juni 26, 2017

5 Cara Bijak Menyikapi Masalah

by , in









Setiap manusia pasti punya masalah baik berasal dari dalam diri, orang terdekat maupun dengan lingkungan. Saat mengalami masalah bukan kita menjauhinya atau lari darinya karena masalah tersebut tidak akan pernah selesai jika kita pergi, tapi akan terus selalu mengiringi setiap langkah saat kemana pun kita pergi.


Masalah akan menjadi besar atau pun kecil semua tergantung sikap kita saat menghadapinya, apakah dengan emosi, sabar ataupun segera mencari solusi? Jadi, hadapilah setiap masalah dengan cara yang terbaik, pikirkan dan selesaikan jangan menghindarinya.


Berikut ini 5 cara bijak menyelesaikan masalah, yaitu:

1. Meminta nasihat orang lain

Saat ada yang memberi nasihat, kadang kita berpikir, “ah mudah bicara karena kamu tidak mengalaminya”. Meskipun orang yang mmeberi nasihat tidak pernah mengalaminya, akan tetapi jika nasihat yang diberikan positif maka terimalah. Dalam situasi banyak pikiran, maka bicara dengan orang yang bisa memberi solusi yang tepat serta bersedia mendengrakan segala keluh kesah kita, setidaknya akan membuat kita lebih lega.

2. Cari akar permasalahan dan segera selesaikan

Tidak ada masalah yang timbul jika tidak ada penyebabnya, untuk itu cari sumbernya dan intropeksi saat ada kesalahan dalam diri kita, lalu segera selesaikan.

3. Seberat apapun hadapilah

Masalah tidak akan pernah selesai saat kita berpaling darinya dan berusaha seakan tidak pernah terjadi apapun, untuk itu hadapi seberat apapun itu dan yakinlah Anda sanggup melewatinya.

4. Minta bantuan pihak ketiga

Jika masalah yang terjadi karena ketidak sengajaan yang kita lakukan terhadap orang lain sehingga membuatnya tersakiti dan tidak mau lagi bicara ataupun bertemu dengan kita, maka Anda bisa meminta bantuan dari pihak ketiga yaitu orang terdekat dan yang paling disegani oleh orang yang telah Anda sakiti.

5. Jangan mengumbar masalah kepada khalayak umum

Zaman sekarang dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan media sosial, maka semakin pula banyak orang yang berkeluh kesah tentang masalah pribadi di media sosial, padahal jika orang yang bermasalah dengan Anda membacanya, dia akan merasa semakin marah dan kecewa serta secara tidak langsung Anda mengumbar aib diri sendiri.


Pilihan bijak menghadapi masalah adalah dengan mengadu pada sang Maha Pecipta, berdo’a dan ikhtiar, yakinlah semua akan bisa dilalui dan jadikan setiap masalah yang terjadi sebagai proses pembelajaran diri untuk lebih baik.


#RamadhanInspiratif

#Challenge

#Aksara

#Day27


My Instagram