Personal & Lifestyle

Mei 31, 2017

Puding Labu Kuning Ala Dapur Emak

by , in






Sudah lama nggak penah uji resep di dapur, padahal tumpukan buku resep dan file resep banyak tersimpan. Entah kenapa senang sekali koleksi buku resep, padahal saya agak malas kalau harus lama-lama di dapur.
Pernah beberapa kali praktek resep dari hasil browsing ataupun dari majalah dan buku resep. Hasilnya ada yang memuaskan, ada yang kurang enak. Ya, segimana mood hari itu, kalau mood sedang bagus bisa bikin beberapa resep tapi kalau lagi datang rasa malas, jangan ditanya enggak bakalan lama-lama di dapur.
Nah, hari ini belanja ke warung lihat ada labu kuning, niat awal sih ingin buat kolek untuk menu buka puasa, eh tapi pas di rumah datang penyakit malas. Tapi, karena labu itu sudah dibersihkan otomatis dong harus diolah daripada akhirnya terbuang dan mubadzir.
Setelah, browsing resep dapat ide bikin puding labu. Di resep sendiri tertera memakai agar-agar plain tapi di rumah enggak ada stock, jarak ke warung juga jauh. Akhirnya pakai yang hijau saja, yang penting sama agar-agar.
Adapun bahan-bahan membuat puding labu kuning, yaitu:
Labu kuning secukupnya (saya beli 2 bungkus) kira-kira saja
2 bungkus agar-agar
Susu cair 4 gelas kecil
Vanili secukupnya
Gula putih secukupnya
Cara membuat:
Kukus labu kuning hingga lunak lalu blender dengan dicampur sedikit air agar mudah tercampur.
Campur agar-agar, susu cair dan gula putih lalu panaskan jangan lupa tambahkan vanili bubuk.
Setelah mendidih masukan labu kuning yang telah halus aduk sampai mendidih kembali.


 Penampakkan saat dituang ke dalam loyang.

Gimana? Simple bukan membuatnya? Yang tidak simple itu melawan rasa malas terjun ke dapur dan mencuci peralatan bekas tempurnya butuh energi ekstra. Namun, semua akan hilang saat anak-anak senang dengan hasil masakan ibunya.
Selamat mencoba!
#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
#Day5


Mei 30, 2017

Alasan Seorang Ibu Merasa Tidak Bahagia

by , in





Menjadi seorang ibu yang bertanggung jawab dalam mengurus rumah dan tentunya menyiapkan semua kebutuhan anggota keluarga bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika tidak mempunyai seorang asisten ibu rumah tangga.

Peran ibu sangat penting dalam sebuah keluarga, karena segala urusan domestik ada dalam tangannya. Jika seorang ibu tidak ahli dalam menjalankan perannya dan tidak mau belajar menjadi lebih baik, maka akan terjadi ketidak seimbangan dalam keluarga yang berakibat konflik dalam rumah tangga ataupun anak-anak yang lepas kontrol.

Yang perlu diwaspadai adalah saat seorang ibu tidak merasa bahagia menjalani perannya, padahal ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak di rumah sebelum masuk ke sekolah formal.

Betapa bahayanya saat ibu mengalami kesedihan dalam hidupnya, semua urusan akan menjadi terbengkalai, dan terutama mempunyai efek sangat besar untuk pola asuh anak. Menjadi seorang ibu yang bahagia adalah suatu keharusan bukan lagi pilihan, supaya rumah tangga  harmonis, ana-anak pun menjadi pribadi yang menyenangkan dan mandiri.

Sebenarnya apa sajakah alasan seorang ibu tidak bahagia:

  • Impian sebelum menikah berbanding terbalik setelah menikah

Saat menikah semua perempuan tentunya mempunyai impian yang indah. Akan tetapi saat menjalani pernikahan tidak sesuai impian awal. ,maka pastinya akan mengurangi kebahagiaan.

  • Merasa sendiri saat menghadapi masalah

Dalam pernikahan kita tidak selalu merasa bahagia, karena akan ada beberapa badai rumah tangga yang akan datang silih berganti. Suka duka sudah biasa, dan akan terasa mudah saat dijalani berdua dengan suami. Namun, saat suami menyerahkan semua tanggung jawab pada kita sampai kurang mau tahu apa yang terjadi, sikap seperti inilah yang bisa membuat seorang ibu kecewa.

  • Membandingkan diri dengan orang lain

Dengan istilah rumput tetangga selalu terlihat hijau, dan rumput sendiri terlihat tak terurus. Akan menyebabkan para ibu iri dengan keberhasilan orang lain, dan merasa malu saat tidak bisa mengikuti gaya hidup orang lain.

  • Berpikiran negatif

Seringkali berpikir negatif akan membuat ibu dikejar dengan prasangka-prasangka yang lain, dan tidak mendasar hanya rasa iri semata karena kesuksesan orang lain.sama

  • Tidak ada kerjasama dengan pasangan

Melakukan semua sendiri, tanpa bantuan seorang suami biasanya membuat para ibu rentan terkena stres, tidak bahagia menjalani hidup karena selalu dibayang-bayangi prasangka.

Jadilah ibu bahagia yang melahirkan generasi-generasi siap bersaing di masa depan nanti.

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#aksara
#Day4 
Mei 29, 2017

Jadikan Waktu Hidup di Dunia Lebih Bermanfaat

by , in






Pernahkah merasa waktu yang kita jalani terasa sebentar? Seakan baru pagi dan tak terasa matahari akan mulai tenggelam lagi. Manusia memang kadang merasa hidupnya akan lama di dunia, seperti 1000 tahun lagi. Banyaknya orang yang sudah meninggalkan dunia tidak dijadikan sebuah perenungan tapi hanya dijadikan sebuah wacana saja, seakan kita tidak akan pernah mengalaminya.

Sering terlena oleh waktu, mengejar dunia dan lupa akan akhirat. Sampai kita tidak menyadari usia semakin berkurang, kesehatan semakin menurun dan ibadah tidak pernah meningkat, hanya menjalankannya sebagai sebuah ” kewajiban” bahkan tak jarang melakukannya dengan tergesa-gesa.

Ah, saya pun merasakannya sering kali merasa lalai, sering menunda-nunda apa yang menjadi kewajiban dan sering hanya puas dalam satu tingkat ibadah saja.
Untuk dapat memperbaiki diri, maka perbaiki dulu manajemen kehidupanmu. Salah satunya dengan memanfaatkan waktu agar membawa manfaat untuk diri sendiri dan orang disekitar kita.

Utamakan Ibadah nomor duakan urusan dunia
Jika ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, kunci awalnya perbaiki ibadah mu dan tingkatkan terus kualitas ibadah. Jangan lalai mengerjakan kewajiban dan yakinlah bahwa dengan lebih mendekat padaNya maka urusan di dunia pun akan semakin di mudahkan.
Menggunakan waktu dengan hal yang bermanfaat
Meskipun waktu yang kita punya dalam sehari ada 24 jam, tapi tidak menjamin hidup kita bahagia dan waktu yang ada tersebut menjadi sebuah manfaat bagi kita. Banyak lho, orang yang terjerumus dosa karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Menyia-nyiakannya dengan berbuat maksiat dan  berbagai prilaku buruk lainnya.

Ya, banyak cara agar waktu bermanfaat tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Saat usia kita bertambah banyak yang merayakan dengan pesta hura-hura mengeluarkan dan bejuta-juta tanpa menyadari arti sesungguhnya bukan usia bertambah tapi jatah untuk hidup di dunia yang berkurang.
Untuk itu, jangan jadikan diri kita menjadi manusia yang merugi karena tidak dapat memanfaatkan waktu. Jadilah manusia yang pandai memanfaatkan waktu di dunia untuk beramal shalih dan menjadikan waktu di dunia sebagai salah satu kendaraan untuk meraih surgaNya.

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Akasara
#Day3


Mei 28, 2017

Sebuah Perenungan di Ramadhan Tahun Ini

by , in






Biasanya kebanyakan orang melakukan perenungan dan perbaikan diri di akhir tahun masehi, banyak yang sudah membuat daftar panjang impian mereka untuk satu tahun kedepan beserta target pencapaiannya.


Namun, berbeda dengan saya yang ingin lebih banyak merenung dan memperbaiki diri saat bulan Ramadhan tiba. Apalagi, minggu-minggu terakhir menjelang Ramadhan ada beberapa tetangga dan teman di media sosial yang meninggal dan tak sempat untuk menikmati ibadah di Ramadhan tahun ini.



Tidak adanya jaminan kita akan bertemu lagi di Ramadhan tahun depan, adalah salah satu perenungan terbesar bagi saya yang masih sedikit amal kebaikan dan terkadang merasa lalai menjalankan kewajiban karena kesibukan diri demi dunia yang fana ini.

Untuk itu banyak yang ingin saya rubah setelah Ramadhan ini berlalu, ingin menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi, menjadi istri sholihah dan ibu yang bisa mendidik anak-anaknya sampai ke surga Nya nanti.


Begitu banyak beban tanggung jawab yang harus dilaksanakan, jika kita lalai sedikit saja semua akan berakhir tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu ada 5 target setelah Ramadhan yang ingin saya capai tahun ini, dan mudah-mudahan menjadi manusia lebih baik saat bertemu kembali Ramadhan tahun depan.


5 target perubahan setelah Ramadhan yang ingin dicapai:


Menjadi hamba Allah yang lebih taat

Selama ini saya merasa kurang dalam hal ibadah, kadang terlena waktu menanti-nanti waktu shalat dan lebih sering membuka gadget daripada Al-Qur’an. Maka, saat Ramadhan ini jadi momen saya ingin lebih meningkatkan kualitas ibadah dan mulai menambah lagi hafalan Qur’an serta mulai rajin melakukan amalan-amalan sunnah seperti shalat sunat dan shaum sunat.


Menjadi istri yang shalihah

Saya sadar selama ini masih jauh dari kata shalihah, bahkan masih banyak yang salah. Alhamdulillah Allah swt, menganugerahi seorang suami yang sholeh dan bisa menerima segala kekurangan saya yang banyak ini. Untuk itu, semua kebiasaan-kebiasaan buruk singin saya rubah meskipun tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan tapi saya yakin jika dengan usaha yang sungguh-sungguh semua bisa dirubah.


Menjadi ibu yang bisa menjadi contoh dalam segala hal

Mempunyai predikat seorang ibu itu bukanlah hal yang mudah, masih banyak ilmu yang belum saya kuasai dan ketahui. Banyak perbuatan saya yang tak layak menjadi contoh anak-anak, jika saya ingin menginginkan mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah, maka harus merubah diri sendiri dulu. Walau bagaimana pun mendidik dengan contoh dan keteladanan akan lebih mudah diikuti daripada dengan teori.


Lebih banyak beraktivitas di lingkungan sekitar

Selama ini saya pribadi yang cukup tertutup tidak banyak berinteraksi dengan lingkungan, walaupun aktif mengurus madrasah di masjid. Kebiasaan malas keluar rumah saat sudah berada di rumah membuat saya tidak suka terlalu banyak di luar rumah. Tapi, peran kita sebagai anggota masyarakat harus tetap ada, untuk itu ingin sekali memajukan madrasah di lingkungan rumah yang masih dalam tahap berkembang sedikit demi sedikit.


Menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat

Menjadi penulis dan melahirkan buku solo adalah impian sejak kecil, untuk itu mudah-mudahan Allah Swt mengabulkan memudahkan jalan untuk impian tersebut. Tentunya dengan sebuah buku yang bermanfaat untuk orang lain terutama untuk perempuan.

Masih banyak target yang ingin dicapai, namun do’a saya kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan dan menjadi manusia yang lebih baik lagi dan lagi. Aamiin.


#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Day2








My Instagram