Personal & Lifestyle

April 30, 2017

Antara Deadline dan The Power of Kepepet

by , in





Bagi yang senang menulis, tentunya sudah akrab dengan yang namanya deadline. Entah kenapa ya, saya ini termasuk salah satu pasukan pecinta deadline, mau itu buat lomba ataupun buat setoran di grup seperti #1minggu1cerita ataupun #odopfor99days yang saya ikuti secara rutin.

Sebenarnya kebiasaan seperti ini, jangan ditiru ya! Soalnya menyebabkan efek samping, yang meskipun terasa sesaat tapi bikin sport jantung.  Apalagi jika belum terbiasa bisa bikin gelisah tak menentu, sampai tak karuan melihat jarum jam yang terus berputar dan pastinya harus terus menerus di depan laptop, seakan-akan waktu mengejar terus menerus.


Apa sih sebenarnya penyebab orang suka berhadapan dengan deadline?

1.      Menunda-nunda terus pekerjaan

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan sebenarnya tidak baik. Merasa waktu deadline masih lama, jadi berfikir santai saja. Tapi, tanpa terasa waktu cepat berlalu dan akhirnya harus berhadapan dengan yang namanya deadline.

2.      Merasa belum ada ide

Alasan belum adanya ide, bisa membuat seseorang untuk santai dan baru tersadar saat deadline segera tiba.

3.      Moody

Ada beberapa orang yang nulis itu harus saat mood dalam keadaan bagus, jadi kalo tidak sedang mood ya belum mau mengerjakan.


Nah, agar tidak berhadapan dengan deadline, berikut tipsnya:

1.      Langsung buat konsep

Saat tahu ada hal yang ingin ditulis, maka buatlah konsepnya terlebih dahulu. Jika ditunda kita akan lupa dan terbuai waktu.

2.      Catat tanggal deadline

Jika tidak dicatat biasanya kita akan lupa, dan menyesal jadinya melewatkan lomba ataupun kesempatan yang berharga.

3.      Menulis dan menulislah

Walaupun belum ada ide yang pas, tetaplah menulis. Lebih baik sedikit demi sedikit daripada sekaligus dalam satu hari. Selain itu, saat kita mengerjakan jauh-jauh hari maka bisa mengedit sana sini dulu. Siapa tahu ada yang thypo dan nggak nyambung dengan tema.


Tapi, terlepas dari baik dan buruknya menulis saat deadline tiba, ada satu yang saya rasakan bahwa the power of kepepet itu terbukti. Disaat mengejar waktu deadline, ide dan tulisan mengalir begitu saja. Tidak ada yang namanya mandeg, semua mengalir begitu saja, bahkan percaya diri meningkat.


Buat Anda yang nulis saat deadline tiba, persiapkan beberapa hal ini:

1.      Pastikan anak-anak sudah tidur

Kalau belum tidur jangan dulu pegang laptop, karena diajmin tidak bisa konsen.

2.      Minta izin pada pasangan

Penting loh, minta izin pada pasangan jadi suami atau istri kita tidak akan mengganggu.

3.      Sediakan minum dan makanan

Jangan biarkan perut kosong karena akan berakibat tidak konsen, tapi jangan terlalu kenyang juga karena akan mudah mengantuk.

4.      Matikan data seluler

Sebelum mulai nulis, matikan data seluler atau update status dulu kalau Anda sedang tidak bisa diganggu karena menghadapi dealine.


Namun, sekali lagi jangan ditiru, karena pasukan pecinta deadline ini hanya untuk orang-orang yang bernyali tinggi dan suka tantangan. Ada lagi yang paling penting pastikan kuota Anda terisi dan bersahabat dengan jaringan.

Selamat menulis!






April 29, 2017

Untuk Para Ayah, Lakukan 5 Hal ini Saat Istri Mengalami Keguguran!

by , in





Saat kehamilan adalah saat dimana semua perempuan merasa bahagia, dan ingin melewati fase ini dengan dukungan dari suami. Namun, bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan, yaitu mengalami keguguran. Apalagi jika janin yang sedang dikandung sudah lama ditunggu, pastinya akan lebih terasa kehilangannya.

Sebagai seorang calon ibu pastinya kita akan merasa sedih karena tidak bisa melewati tahap kehamilan sampai proses melahirkan. 

Banyak hal yang diimpikan saat menyambut bayi yang telah lahir, akan menjadi kekecewaan yang mendalam bagi seorang calon ibu saat harus keguguran.


Dalam situasi seperti ini, seorang wanita sangat butuh peran suami dalam mendampingi luka batin yang sedang dialami. Oleh karena itu, untuk para suami lakukanlah 5 hal berikut saat istri mengalami keguguran, yaitu;


1. Langsung membawanya ke rumah sakit

Saat mulai ada tanda-tanda keguguran, seperti pendarahan ataupun sakit yang hebat disekitar rahim, segeralah untuk bertindak cepat dengan membawa istri ke rumah sakit ataupun tempat pelayanan kesehatan yang lainnya.


2. Jangan panik

Mendengar istri keguguran, pastinya Anda akan merasa cemas dan panik. Tapi, tetaplah berusaha tenang, apalagi istri Anda sudah dalam penanganan medis.


3. Selalu berada disampingnya

Jangan meninggalkan istri Anda yang sedang mengalami kesedihan, saat harus menghadapi kenyataan bahwa sang jabang bayi tidak bisa diselamatkan. Dampingi dan selalu memberinya sugesti positif, supaya dia bisa menerima ini semua dengan hati yang lapang.


4. Perlihatkan bahwa Anda tegar

Meskipun merasa sedih saat kehilangan sang jabang bayi, jangan sampai mimik muka Anda terlihat sedih. Tetaplah tegar didepannya meskipun hati Anda pun merasakan rasa kehilangan yang sama.


5. Memberinya semangat

Meskipun akan terasa sulit melewati masa-masa pemulihan setelah keguguran, terutama pemulihan psikologis. Anda harus selalu memberinya semangat dan selalu yakin dengan takdir-Nya.


Sedalam apapun kesedihan yang Anda alami, tetap dampingi istri dan lewatilah semua kejadian ini dengan bersama-sama, agar semua terasa mudah dan bisa melanjutkan kehidupan dengan sebuah harapan yang baru.














April 23, 2017

Jangan Memilih Pasangan dengan 5 Sifat Ini!

by , in






Menikah adalah impian semua orang benar tidak? Tapi sebelum kita memutuskan untuk menikah, kita harus punya dulu kriteria calon pasangan yang akan mendampingi kita seumur hidup, bahkan sesurga bersama.

Karena pernikahan itu bukanlah permainan yang bisa kita akhiri kapan saja, jadi pilihlah pasangan yang benar-benar memenuhi kriteria yang bisa membuat kita bahagia dunia dan akhirat.

Nah, berikut ini 5 Sifat laki-laki yang jangan dijadikan pasangan hidup yaitu:


    Tidak paham ilmu agama

Setampan dan sekaya apapun laki-laki yang melamar, jangan menerima jika dia tidak paham ilmu agama. Kenapa ilmu agama begitu penting dan menjadi patokan saat memilih pasangan? Alasannya karena pernikahan adalah salah satu sarana ibadah kita. Jika pasangan tidak memahami agama bagaimana dia sanggup menjauhkan istri dan anak-anaknya dari api neraka.

    Laki-laki yang tidak menghargai dan menyayangi orangtuanya

Seorang laki-laki yang tidak menghargai dan menyayangi kedua orang tuanya, jangan dijadikan pasangan. Jika kepada orang tuanya pun dia sanggup berlaku tidak baik, apalagi pada kita istrinya.


    Pemalas

Walau bagaimanapun, materi dibutuhkan untuk hidup. Tapi, bukan berarti harus memilih yang kaya sebagai pasangan, namun pilihlah laki-laki yang suka bekerja keras jangan yang pemalas karena akan menyebabkan kita kesulitan kedepannya. Jika hanya dilihat dari harta yang dimilikinya saat ini,  belum tentu akan selamanya, karena roda kehidupan terus berputar dan rezeki hanya Allah SWT yang mengatur.


    Laki-laki manja

Jangan jadikan laki-laki manja sebagai pasangan hidup, karena yang ditakutkan dia terbiasa dibantu orang tuanya, sehingga tidak bisa menghadapi tantangan dalam kehidupan sendirian.


    Pandai berbohong

Enggak mau kan kalau dibohongi? Jadi jangan memilih laki-laki yang sering berbohong apalagi menjadi kebiasaan untuk menutupi kesalahannya.

Ingat, ya! Menikah itu sekali seumur hidup jangan sampai asal memilih pasangan, apalagi karena paksaan dari keluarga atau banyak yang menyindir belum menikah.


Namun, jika saat menikah pasangan kita berubah menjadi tidak baik yakinlah itu adalah ujian yang diberikan untuk meningkatkan keimanan kita.






My Instagram