Personal & Lifestyle

Februari 26, 2017

Alasan Perempuan Suka Film India

by , in






Film India mulai menjamur lagi di Indonesia, dari mulai serial Uttaran yang entah berapa episode sampai menceritakan dua generasi, Ranveer Ishani, Anandi, Gopi sampai yang lagi booming diantara ibu-ibu adalah serial Geet. Saking boomingnya itu cerita, saya pernah baca di timeline FB, adakah yang tahu jam tayang Geet?. Owh sepenting itukah?

Beda lagi untuk yang suka tokohnya kalau zaman dulu ada Mitun Cakraborti dan Sri Devi, sekarang ada Shahruk Khan alias Aa Aruk disandingkan dengan Kajol. Filmnya di TV pasti disimak para Bollywood Mania. Dari mulai film jadul Kuch Kuch Ho Tahai, Mohabbatein sampai Kabhi Kushi Kabhi Gam. Semua ditonton habis dan terkesima oleh kharismanya Aa Aruk dan adanya chemistry diantara keduanya.

Penasaran dengan fenomena ini, akhirnya saya survey kecil-kecilan di facebook, kenapa perempuan suka film India. Tahu enggak yang ngelike sampai lebih dari 100, dan komen sampai lebih dari 20. Itulah magnet film India he..he..he..
Dari jawaban yang berbagai macam alasan, ini dia yang alasannya terbanyak:
  • Temanya yang romantis
  • Tariannya
  •  Budayanya 
  •  Kekeluargaannya
  • Sering terselip kata-kata yang penuh makna
  • Pemainnya ganteng (Buat yang satu ini hati-hati ya, jangan sampai kelewatan apalagi sampai   bilang lebih ganteng pemain India daripada suami kita)
  • Setting tempatnya
  • Alur ceritanya

Sepertinya film India itu memang bikin baper ya, dengan suasana, adegan hingga dialognya. Penonton bisa ikut menangis saat adegan sedih, dan bisa laper eh baper saat romantis. Nonton 2-3 jam perhari aja kayaknya kurang buat para penggemar India. Tapi, ingat ya apapun tayangan favorit yang disukai, jangan sampai melalaikan kewajiban kita dan kembalilah ke dunia nyata jangan terbawa dunia film India.



 #1minggu1cerita 
#ODOPfor99days2017
#Day6



Februari 19, 2017

Hari Tanpa TV

by , in


 

 

Sudah hal yang biasa ya, kalo di setiap rumah ada TV. Mungkin akan terdengar sedikit aneh jika satu rumah tidak punya TV padahal mereka keluarga berkecukupan.

Banyak alasan yang menjadikan mereka tidak mau punya TV di rumah, yaitu:

    1.       Banyak acara yang tidak mendidik

    2.       Membuang waktu karena terus menerus menonton TV

    3.      Agar anak lebih banyak aktivitas bermain daripada duduk terus di depan TV

Nah, saya pernah loh hiduptanpa TV. Soalnya waktu itu langsung mati saat masih menyala. Mau tahu bagaimana saya melewati hari tanpa TV? Dan perubahan apa yang terjadi pada saya.

Hari ke 1

Masih merasa tidak biasa, seperti manusia terasing di dunia. Tidak tahu berita apapun dan acara apapun. Meskipun ada HP tapi malas ah buka youtube banyak habisin kuota he..he..(maklum ngirit).

Hari ke 2

Masih terasa aneh, tapi mulai terbiasa

Hari ke3, dst

Sudah terbiasa

Apa manfaat yang saya rasakan saat tidak ada TV?

1.      Banyak waktu yang saya manfaatkan untuk hal lain 

2.      Lebih banyak kegiatan dengan anak-anak  

3.      Bisa tidur siang

Selain, manfaat ada negatifnya yaitu tidak tahu kabar berita terkini. Soalnya meskipun ada gadget tapi suka malas buka web nya.

Pelajarannya adalah jangan menjadikan TV sebagai alat kita untuk melupakan kewajiban sebagai istri dan ibu di dalam rumah gara-gara banyak nonton TV. Apalagi kita jadi lalai akan kewajiban kepada Sang Maha pencipta.


#day4

#ODOP

#1minggu1cerita



 

Februari 12, 2017

Memaafkan Masa Lalu

by , in






“Ketika Anda memaafkan, Anda sama sekali tidak merubah masa lalu tetapi Anda yakin bisa merubah masa depan” (Bernard Melzer)


Saat kita melakukan perbuatan yang salah, selayaknya kita harus meminta maaf. Baik itu kesalahan kepada pasangan, keluarga, sahabat  ataupun terhadap anak kecil sekalipun.
Memaafkan memang tidak mudah, tetapi meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuat juga sama tidak semudah membalikan telapak tangan.
Ada beberapa orang yang kadang merasa gengsi untuk meminta maaf. Bahkan, tidak mengakui kesalahannya dan merasa paling benar.
Ada juga yang tidak mau memaafkan kesalahan seseorang, meskipun orang yang berbuat salah sudah meminta maaf. Apalagi jika kesalahan yang dianggap salah saat Bunda kecil dan berlangsung lama.
Ya, jika seseorang ingin merubah  pandangannya dan melangkah lebih baik untuk masa depan. Maka dia harus melupakan masa lalu sepahit apapun itu.
Semua orang pastinya mempunyai masa lalu, tapi tidak semuanya melewatinya dengan indah.
Ada yang harus melewati jalan berbelok-belok bahkan terjal, namun ada juga yang melewatinya dengan jalan yang lurus tanpa rintangan.
Selalu mengingat masa lalu akan menjadikan Bunda diselimuti dendam dan sakit hati yang tidak ada habisnya. Dan, ini akan berakibat fatal untuk kehidupan Bunda sendiri. Semua akan berefek negatif terhadap pasangan dan cara Bunda mendidik anak.
Jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya dengan cara memaafkan masa lalu. Sepahit apapun itu, harus diambil hikmahnya. Karena, Bunda bisa hidup seperti sekarang ini karena tempaan ujian di masa lalu.
Jadi, lupakanlah masa lalu, maafkanlah dan tataplah masa depan dengan senyuman.
#1minggu1cerita
#3minggu
#ODOPfor99days
#Day3

 





Februari 10, 2017

Komunikasi Produktif Day 9

by , in

Dalam Komunikasi produktif ada beberapa hal yang harus saya rubah, dengan pasangan yaitu:

1. Mencoba lebih memahami pasangan

2. Lebih dahulu meminta maaf jika bersalah

3. Segera menyelesaikan masalah tidak membiarkannya berlarut-larut

4. Lebih memahami emosi pasangan

5. Memahami kekurangannya

Karena, tidak ada yang sempurna dan semua masalah yang terjadi jika, dihadapi dengan pola komunikasi yang baik, maka akan selesai dengan lebih baik.


#Day9

#Tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayIIP




Februari 05, 2017

7 Penyebab Waktu Bunda banyak Terbuang

by , in




Sebagai seorang ibu rumah tangga, pastinya waktu 24 jam rasanya selalu tidak cukup apalagi untuk mengerjakan berbagai urusan rumah tangga.
Dari bangun tidur sampai akan tidur kembali selalu banyak pekerjaan yang seakan tidak ada selesai.  Tapi, benarkah waktu 24 jam tidak cukup? Sudahkah Bunda mengevaluasi manajemen waktu yang sudah dibuat, ataukah ada beberapa kegiatan yang sebenarnya tidak penting tapi Bunda melakukannya? Yuk, kita cari penyebabnya!
          1.Banyak menghabiskan waktu dengan tetangga
Kenal dan menyapa tetangga sebenarnya suatu keharusan, karena akan aneh jadinya kalau tetanggan tapi tidak saling mengenal. Namun, jika suka lupa waktu apalagi sampai berjam-jam di rumah tetangga bukanlah suatu hal yang baik. Selain menghabiskan waktu, kebiasaan ini juga dapat mengganggu tetangga tersebut.
Berkunjunglah seperlunya dan segera kembali disaat keperluan sudah selesai. Ingat Bun, pekerjaan di rumah menunggu.
 
      2. Terlalu sering membuka media sosial
Berinteraksi dengan teman-teman di dunia maya pada zaman ini memang sudah menjadi sesuatu yang biasa. Tapi, jangan mentang-mentang waktunya fleksibel bisa kapan saja, sampai Bunda lupa waktu karena, terlalu asyik membuka media sosial. Hal ini akan menyebabkan Bunda lalai akan kewajiban di rumah.

      3. Sering mengeluh
     Mengeluh memang boleh-boleh saja, asalkan dalam tahap wajar. Namun, jika keseringan mengeluh dan uring-uringan setiap hari, tidak akan menyebabkan pekerjaan cepat selesai malahan cape karena bicara terus menerus karena menghabiskan energi dan pikiran. Lakukanlah pekerjaan  rumah tangga dengan hati ikhlas, agar bernilai ibadah.

4.Terlalu lama istirahat
Mengerjakan pekerjaan rumah tangga memang melelahkan, sebaiknya Bunda mempunyai waktu istirahat di siang hari. Namun, jangan karena alasan lelah Bunda jadi lama beristirahat. Sehingga tidak terasa waktu cepat berlalu.

      5.  Belanja tanpa catatan
Belanja harian untuk keperluan dapur, sebaiknya Bunda membawa catatan. Jika tidak membawa catatan, biasanya akan menghabiskan waktu lama di warung maupun pasar. Selalu rencanakan mau belanja apa dan belanjalah sesuai daftar yang ada.

      6. Mampir ke suatu tempat sebelum dan sesudah berpergian
Biasakan untuk pergi dan pulang dari berpergian tidak belok dulu kesuatu tempat. Setelah kepentingan selesai usahakan selalu langsung pulang ke rumah. Bunda harus ingat banyak waktu yang akan terbuang, jika mampir dulu ketempat yang bukan tujuan awal.

7. Menonton TV
Banyaknya saluran TV dan menayangkan tontonan yang disukai kaum perempuan, apalagi jika Bunda suka tayangan seperti sinetron yang jam tayangnya cukup lama. Ini bisa menyebabkan waktu Bunda tersita, karena tidak mau ketinggalan tayangan per episodenya.

Ternyata, setelah dicari penyebabnya bukan waktu yang tidak cukup tapi kita sebagai manusia yang tidak bisa memanfaatkannya dengan baik.

My Instagram