Personal & Lifestyle

Januari 28, 2017

Akhirnya Aku Punya Kampung Halaman

by , in





Tema minggu ini adalah tentang kampung halaman. Hal yang agak susah bagi saya yang tidak punya kampung halaman. Maklum karena orangtua saya berstatus kontraktor alias pindah-pindah rumah.
Makanya, saat ada yang nanya saya asli orang mana jawabannya ya orang Bandung. Tapi, kalo ditanya Bandungnya dimana, banyak jawabannya. Bisa daerah dayeuhkolot sesuai akte kelahiran, dan lebih banyak berpindah-pindah rumahnya di daerah cicadas, Bandung.
Bingungkan? Sebenarnya saya orang mana? Udahlah yang pasti saya orang Bandung asli heu..heu….
Tapi, itu dulu loh. Sekarang saya punya kampung yang sudah dianggap kampung halaman sendiri. Tahun 1999 pertama kali kami sekeluarga disini, berarti sudah 17 tahun yang lalu.
Mulai menginjak sekolah menengah atas di sini, sampai ketemu jodoh dan berumah tangga di sini. Kebetulan dapat suami orang sini asli jadilah saya menganggapnya kampung halaman.
Kampung ini bernama Ciganitri terletak di daerah Bojongsoang Kabupaten Bandung. Pertama kali saya menginjakan kaki Ciganitri adalah wilayah pedesaan yang masih terdapat banyak sawah. Letaknya yang jauh dari perkotaaan membuat hawanya sejuk.
Berbeda dengan sekarang, mulai banyak perumahan dan lahan persawahan mulai sedikit. Hawa sejuk yang dulu sekarang  mulai berkurang.
Namun, yang masih sama adalah rasa persudaraan antar tetangga yang masih terjalin erat. Di saat ada yang sakit bersama-sama menengok, antar tetangga masih erat rasa tolong menolong dan anak-anak masih bermain dengan dunianya. Meskipun teknologi sudah canggih, jaringan internet gampang di akses, tapi semangatt mereka mengaji dan meramaikan masjid masih sama. Walaupun, tidak dipungkiri sudah ada yang terpengaruh moderinisasi.
Ya, inilah kampung halamanku yang membuatku mengerti arti persaudaraan, persahabatan dan kebersamaaan.
Ciganitri, 29 Januari 2016




Januari 02, 2017

Tahun 2016 Jalan Itu Mulai Terbuka

by , in

Kilas balik pencapaian 2016 adalah saat mimpi menjadi penulis Allah SWT mudahkan.
Jalan itu mulai terbuka dari mulai mengenal training membuat artikel bersama ummi Aleya lalu menjadi kontributor di Emakpintar.Asia sampai menerima job dari jasa penulisan.


Selain itu ikut serta dalam lomba buku antalogi dengan tema bangga menjadi ibu, serta masuk sebagai 99 finalis adalah pencapaian yang luar biasa bagiku seorang pemula. Sempat merasa tidak percaya diri saat akan mengirim tulisan dan beberapa kali proses edit.

Foto Larasati.



Di tahun 2016 pun Alhamdulillah mempunyai 110 tulisan odop for99days. Tadinya hanya bisa menulis beberapa kalimat di status FB, berkembang menjadi beberatus kata dan pindah ke blog.

Foto Larasati.



Dan, akhirnya punya blog baru yang berbayar ini semua karena termotivasi oleh para odopers. Banyak ilmu yang didapat di grup odop ini, banyak penulis yang berbagi ilmunya melalui kulwap.
Bersyukur Allah SWT memberikan jalan bertemu mereka. Dan, ini pencapaian menulis di grup odop selama 1 tahun.

Selain, pencapaian itu saya pun masuk kelas matrikulasi IIP batch 2.Banyak ilmu yang saya dapat selama matrikulasi dimulai dari memahami peran diri sendiri sebagai individu, isteri, ibu dan lingkungan sekitar.

Ya, menjadi ibu adalah pembelajaran setiap saat tak mengenal usia. Alhamdulillah kelas ini pun saya lalui dengan baik meskipun saya sadari masih harus ada perbaikan di semua aspek kehidupan.
Lulus di kelas ini dan mendapat sertifikatnya adalah awal perbaikan diri saya menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga.

Foto Larasati.


Untuk lebih profesional lagi, saya pun ikut kelas benih bersama mba Niken. Kelas benih adalah kelas memasak pemula. Meskipun menikah sudah 10 tahun tapi yang saya rasakan belum terlalu ahli memasak. Harapan saya kelas ini pun bisa lulus dengan maksimal

Semua pencapaian 2016, mudah-mudahan bisa lebih baik di 2017. Aamiin


#ODOPfor99days
#Day1


My Instagram